#Garuda PETA hacker team
Selasa, 07 Mei 2013
Selasa, 05 Februari 2013
Menembus Batas Kemampuan Otak Manusia
Manusia diciptakan oleh Sang Pencipta dengan semua kesempurnaan. 2 hal yang ada pada diri manusia, yang membedakan manusia dengan mahluk lain, yaitu otak dan hati.
Otak manusia tak hanya berfungsi sebagai pusat kontrol terhadap organ-organ atau anggota tubuh, tetapi juga sebagai pengendali dari semua apa yang dilakukan, dipikirkan dan rasakan.
Penelitian menemukan bahwa ternyata pada umumnya manusia baru menggunakan 5% dari total kemampuan yang dimiliki. Nah, lalu kemana yang 95% lagi?
Pada paragraf diatas, kita masih tetap bisa membacanya dengan lancar dan memahami artinya padahal kata-kata diatas sejatinya tidak pernah ada di kamus manapun. Itulah otak manusia. Manusia tidak perlu membaca satu persatu huruf untuk memahami sebuah kata, melainkan langsung secara keseluruhan dari satu kata tersebut.
Otak ibarat prosesor tempat dimana semua data diolah, kemudian dikirimkan dalam bentuk perintah ke seluruh tubuh untuk melakukan aksi dan reaksi sesuai dengan rangsangan yang ada.
Awal dari kesuksesan manusia pun sebenarnya berawal dari otak, dan kesuksesan itu hanya dibatasi oleh diri kita sendiri (perasaan dan hati), yang menyetel otak untuk melihat sesuatu dengan batasan-batasan tertentu.
Seperti contoh kasus dibawah ini :
Seorang pelari maraton legendaris Inggris, Roger Bannister, mampu menembus batasan yang dibuat oleh hatinya dan pernyataan skeptis masyarakat umum pada tahun 1954 tersebut bahwa tiada seorangpun yang mampu menembus jarak lari sejauh 1 mil hanya dengan waktu 4 menit. Analisa dokter menyatakan bahwa jika seorang pelari berusaha menembus batas waktu tersebut, maka paru-parunya akan gagal berfungsi serta jantungnya tidak mampu melakukan denyutan lebih cepat lagi untuk mencapai batas tersebut.
Namun Bannister mampu menghancurkan semua batasan tersebut dengan menggunakan otot dan otaknya. Dengan teknik meletakkan 1 orang pelari pada setiap jarak seperempat mil, Roger Bannister mampu meruntuhkan batasan itu dengan catatan waktu 3,596 detik dan kondisi tubuhnya baik-baik saja.
Dari kasus diatas bisa kita lihat, bagimana seorang Roger Bannister mampu menghapus mental block atau pembatas mental yang ada dalam pikirannya dan pikiran masyarakat, dengan pandangan bahwa jika orang bisa mencapai sebuah titik, bukan berarti titik tersebut adalah yang paling final dan tidak bisa dilampaui.
Sebuah kata bijak mengatakan, kita tidak pernah mengetahui batasan terakhir kemampuan kita, sebelum kita mencoba menembus batasan tertinggi yang pernah kita alami.
Jika seseorang menginginkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, maka kadang mereka tidak pernah memperdulikan batasan yang tadinya ditetapkan orang lain. Menurut Zig Ziglar bahwa keinginan lah yang membedakan antara prestasi biasa dan prestasi juara.
Cerita lain, anda tentu kenal dengan seorang Barak Obama, presiden USA. Sejarah Amerika telah menceritakan bahwa tidak pernah ada ceritanya Amerika dipimpin oleh seorang dari golongan kulit hitam. Karena sebelumnya, selama Amerika berdiri, selalu dan selalu di pimpin oleh presiden berkulit putih. Disini jelas bahwa mental block yang terjadi adalah persepsi umum batasan pemimpin Amerika adalah : berkulit putih.
Namun keinginan yang menggebu-gebu dan keyakinan (motivasi) yang tinggi dari Obama dan team suksesnya untuk menembus batasan yang dibuat oleh manusia tersebut, dia berjuang dengan semua kemampuan otak (strategi) yang ada sehingga menjadikannya Presiden pertama Amerika Serikat yang berkulit gelap.
Hal yang harus kita garis bawahi disini adalah, kadang kala (dan seringnya), kita merasa telah menemukan batasan maksimum dari kemampuan kita. Padahal sejatinya batasan itu terjadi akibat sikap pesimis dan pemikiran negatif otak kita sendiri. Mudahnya kita termakan oleh kata-kata orang lain yang menjadikan kita berfikiran "mustahil" menembus batasan tertinggi yang pernah kita alami
Otak manusia tak hanya berfungsi sebagai pusat kontrol terhadap organ-organ atau anggota tubuh, tetapi juga sebagai pengendali dari semua apa yang dilakukan, dipikirkan dan rasakan.
Penelitian menemukan bahwa ternyata pada umumnya manusia baru menggunakan 5% dari total kemampuan yang dimiliki. Nah, lalu kemana yang 95% lagi?
"Menuurt peenltiian di Cmabridge Uinvertisy, urtuan hruuf dlaam seubah ktaa sbeanernya tdaik mejnadi malsaah, kearna oatk mausnia menretjmeahkan ktaa berasdarkan hruuf partema dan terkhair. Siasnya dpaat daicak ttaepi musania maish dpaat mebmaca tnapa maaslah. Ini kraena oatk muansia tdiak mabmaca steiap huurf, taetpi seacra kseuleurhan"
Pada paragraf diatas, kita masih tetap bisa membacanya dengan lancar dan memahami artinya padahal kata-kata diatas sejatinya tidak pernah ada di kamus manapun. Itulah otak manusia. Manusia tidak perlu membaca satu persatu huruf untuk memahami sebuah kata, melainkan langsung secara keseluruhan dari satu kata tersebut.
Otak ibarat prosesor tempat dimana semua data diolah, kemudian dikirimkan dalam bentuk perintah ke seluruh tubuh untuk melakukan aksi dan reaksi sesuai dengan rangsangan yang ada.
Awal dari kesuksesan manusia pun sebenarnya berawal dari otak, dan kesuksesan itu hanya dibatasi oleh diri kita sendiri (perasaan dan hati), yang menyetel otak untuk melihat sesuatu dengan batasan-batasan tertentu.
Seperti contoh kasus dibawah ini :
Seorang pelari maraton legendaris Inggris, Roger Bannister, mampu menembus batasan yang dibuat oleh hatinya dan pernyataan skeptis masyarakat umum pada tahun 1954 tersebut bahwa tiada seorangpun yang mampu menembus jarak lari sejauh 1 mil hanya dengan waktu 4 menit. Analisa dokter menyatakan bahwa jika seorang pelari berusaha menembus batas waktu tersebut, maka paru-parunya akan gagal berfungsi serta jantungnya tidak mampu melakukan denyutan lebih cepat lagi untuk mencapai batas tersebut.
Namun Bannister mampu menghancurkan semua batasan tersebut dengan menggunakan otot dan otaknya. Dengan teknik meletakkan 1 orang pelari pada setiap jarak seperempat mil, Roger Bannister mampu meruntuhkan batasan itu dengan catatan waktu 3,596 detik dan kondisi tubuhnya baik-baik saja.
Dari kasus diatas bisa kita lihat, bagimana seorang Roger Bannister mampu menghapus mental block atau pembatas mental yang ada dalam pikirannya dan pikiran masyarakat, dengan pandangan bahwa jika orang bisa mencapai sebuah titik, bukan berarti titik tersebut adalah yang paling final dan tidak bisa dilampaui.
Sebuah kata bijak mengatakan, kita tidak pernah mengetahui batasan terakhir kemampuan kita, sebelum kita mencoba menembus batasan tertinggi yang pernah kita alami.
Jika seseorang menginginkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, maka kadang mereka tidak pernah memperdulikan batasan yang tadinya ditetapkan orang lain. Menurut Zig Ziglar bahwa keinginan lah yang membedakan antara prestasi biasa dan prestasi juara.
Cerita lain, anda tentu kenal dengan seorang Barak Obama, presiden USA. Sejarah Amerika telah menceritakan bahwa tidak pernah ada ceritanya Amerika dipimpin oleh seorang dari golongan kulit hitam. Karena sebelumnya, selama Amerika berdiri, selalu dan selalu di pimpin oleh presiden berkulit putih. Disini jelas bahwa mental block yang terjadi adalah persepsi umum batasan pemimpin Amerika adalah : berkulit putih.
Namun keinginan yang menggebu-gebu dan keyakinan (motivasi) yang tinggi dari Obama dan team suksesnya untuk menembus batasan yang dibuat oleh manusia tersebut, dia berjuang dengan semua kemampuan otak (strategi) yang ada sehingga menjadikannya Presiden pertama Amerika Serikat yang berkulit gelap.
Hal yang harus kita garis bawahi disini adalah, kadang kala (dan seringnya), kita merasa telah menemukan batasan maksimum dari kemampuan kita. Padahal sejatinya batasan itu terjadi akibat sikap pesimis dan pemikiran negatif otak kita sendiri. Mudahnya kita termakan oleh kata-kata orang lain yang menjadikan kita berfikiran "mustahil" menembus batasan tertinggi yang pernah kita alami
Jumat, 01 Februari 2013
mempercepat idm dengan mudah
1. Buka Internet Download Manager-nya - Lalu ke Menu Downloads -> Options
2. Pilih Tab 'Connection' - Lalu ubahlah "Default max. conn. number" dari 8 menjadi 16
3. Kini kita sudah menyelesaikan Tahap pertama, yaitu mengubah pengaturan Internet Download Managernya.
Step 2 -> Mengubah Jumlah Decimal Registry pada Internet Download Manager
1. Buka pengaturan Registry anda, bisa dengan cara : Run > Ketik "regedit"
2. Maka munculah sebuah Jendela Edit Registry.
3. Masuk ke "HKEY_CURRENT_USER > Software > Download Manager." Lalu lihat di Jendela sebelah kanan, cari String bertuliskan "Connection Speed".
4. Klik 2x pada String "Connection Speed", dan Ubah Settingan Base ke "Decimal". Lalu isikan Angka '2576980377' pada kolom kosong tersebut.
5. Jika sudah, Tekan "OK". Sampai sini harusnya sudah selesai, hanya tinggal 1 langkah lagi, Restart Komputer.
Benar atau Tidaknya Trik ini, silahkan dicoba pada Pribadi masing-masing, buat yang udah nyoba, jangan sungkan untuk kasih Testimoni-nya di komentar ya, biar yang lain bisa ikut merasakan juga.
Semoga Bermanfaat
Baca Selengkapnya disini : http://www.bagas31.com/2012/03/cara-mempercepat-download-di-internet.html#ixzz2IL9Doq71


Step 2 -> Mengubah Jumlah Decimal Registry pada Internet Download Manager
1. Buka pengaturan Registry anda, bisa dengan cara : Run > Ketik "regedit"




Benar atau Tidaknya Trik ini, silahkan dicoba pada Pribadi masing-masing, buat yang udah nyoba, jangan sungkan untuk kasih Testimoni-nya di komentar ya, biar yang lain bisa ikut merasakan juga.
Semoga Bermanfaat
Baca Selengkapnya disini : http://www.bagas31.com/2012/03/cara-mempercepat-download-di-internet.html#ixzz2IL9Doq71
mempercepat IDM (top speed)
Bagi para pengguna IDM (Internet Download Manager) seperti saya, mungkin sempat bertanya-tanya "bagaimana cara mempercepat
kinerja download oleh tool ini" ?. Setelah melakukan browsing dan
sedikit bereksperimen akhirnya saya menemukan juga setting untuk
mempercepat IDM ini, terutama bila kita berada pada sebuah jaringan
wifi/local area network.
Saya asumsikan bahwa tool IDM ini sudah terinstall di computer atau laptop anda, dan langsung saja langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.Buka jendela IDM anda, klo sudah terinstall letak iconnya di pojok sebelah kanan taksbar
Saya asumsikan bahwa tool IDM ini sudah terinstall di computer atau laptop anda, dan langsung saja langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.Buka jendela IDM anda, klo sudah terinstall letak iconnya di pojok sebelah kanan taksbar
2.Klik Downloads >> Option >> Connection
3.Pada Connection type/Speed : pilihlah LAN 10Mbs
4.Pada Max. connection number >> Default max.conn.number : ganti pilihan ke 16
5.Klik OK
Setelah langkah tersebut, ada satu langkah lagi yang harus kita lakukan langsung saja ya…:
1.Buka perintah RUN pada computer anda
2.Ketikkan regedit >> OK
3.Pada HKEY_CURRENT_USER >> Software >> Download Manager (lihat jendela sebelah kanan) >> Connection Speed >> klik 2x >> pilih decimal >> isi dengan 9999999999999
4.Pilih OK pada jendela konfirmasi dan keluar dari regedit
Coba sekarang bandingkan kecepatan IDM anda setelah melakukan setting ini, namun bagi anda yang tidak berada di jalur Local Area Network atau area wifi dapat bereksperimen hanya dengan mengubah Connection type/Speed IDM (langkah nomor 3) sesuai dengan koneksi internet yang anda gunakan namun bila cara ini sudah cukup yach syukur Alhamdulillah. Semoga dengan cara ini, IDM anda juga menjadi wuzh 3x….:)
Jumat, 28 Desember 2012
PAKAIAN (dalam 3 kata lain menurut Al-Qur'an)
PAKAIAN
Al-Qur’an paling tidak menggunakan tiga istilah untuk
pakaian yaitu, libas, tsiyab dan sarabil.
Kata libas di temukan sebanyak
sepuluh kali, tsiyab ditemukan
sebanyak delapan kali, sedangkan sarabil
ditemukan sebanyak tiga kali dalam dua ayat.
Libas pada mulanya
berarti penutup – apa pun yang ditutup.
Tetapi, perlu di catat bahwa ini tidak harus berarti “menutup aurat”,
karena cincin yang menutup sebagian jari juga disebut libas, dan pemakainya di tunjukan dengan menggunakan akar katanya.
Kata libas
digunakan oleh Al-Qur’an untuk menunjukan pakaian lahir maupun batin, sedangkan
kata tsiyab di gunakan untuk
menunjukkan pakaian lahir. Kata ini terambil dari kata tsaub yang berarti
“kembali”, yakni kembalinya sesuatu pada keadaan semula, atau pada keadaan yang
seharusnya sesuai dengan ide pertamanya.
Ungkapan yang menyatakan, bahwa “awalnya adalah ide dan akhirnya adalah kenyataan”, mungkin dapat
membantu memahami pengertian kebahasaan tersebut. Ungkapan ini berarti
kenyataan yang harus dikembalikan kepada ide asal, karena kenyataan adalah
cerminan dari ide asal.
Ar – Raghib Al – Isfahani adalah seorang pakar bahasa Al –
Qur’an yang menyatakan bahwa pakaian dinamai tsiyab atau tsaub,karena
ide dasar adanya bahan – bahan pakaian adalah agar dipakai. Jika bahan – bahan
tersebut setelah dipintal kemudian menjadi pakaian, maka pada hakikatnya ia
telah kembali pada ide dasar keberadaannya. Ide dasar juga dapat dikembalikan
pada apa yang terdapat dalam benak manusia pertama tentang dirinya.
Al –Qur’an surat Al – ‘Araf (7): 20 menjelaskan peristiwa
ketika Adam dan hawa berada di surge:
Setan membisikan
pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan pada keduanya apa yang
tertutupdari mereka, yaitu auratnya, dan setan berkata, “Tuhan kamu melarang
kamu mendekati pohon ini, supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak
menjadi orang- orang yang kekal (di surge)”.
Selanjutnya dijelaskan dalam ayat 22 bahwa:
….setelah mereka
merasakan (buah) pohon (terlarang) itu, tampaklah bagi keduanya aurat –
auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun – daun surge…
Terlihat jelas bahwa ide dasar yang terdapat dalam diri
manusia adalah “tertutupnya aurat”, namun karena godaan setan, aurat manusia
terbuka. Dengan demikian, aurat yang ditutupi dengan pakaian akan dikembalikan
pad aide dasarnya. Jika pakaian dinamai tsaub/tsiyab
yang berarti “sesuatu yang mengembalikan aurat kepada ide dasarnya” yaitu tertutup.
Dari ayat di atas juga tampak bahwa ide “membuka aurat”
adalah ide setan, dan karenanya “tanda – tanda kehadiran setan adalah
“keterbukaan aurat”.
Dalam hal ini Al – Quran mengingatkan:
Wahai putra – putrid
adam, janganlah sekali – kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia
(telah menipu orang tuamu Adam dan Hawa) sehingga ia telah mengeluarkan kedua
ibu bapakmu dari surga. Ia meninggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan
kepada keduanya aurat mereka berdua (QS Al – A’raf [7]: 27).
kata ketiga yang digunakan Al – Quran untuk menjelaskan
perilah pakaian adalah sarabil. Kamus – kamus bahasa mengartikan kata ini
sebagai pakaian, apa pun jenis bahannya. Hanya dua ayat yang menggunkan kata
tersebut. Satu di antaranya di artikan sebagai pakaian yang berfungsi sebagai
menagkal sengatan panas, dingin, dan bahaya dalam peperangan (QS Al – Nahl
[16]: 81). Satu lagi dalam surat Ibrahim (14): 50 tentang siksa yang akan di
alami oleh orang – orang berdosa kelak di hari kemudian: pakaian mereka dari pelangkin. Dari sini terpahami bahwa pakaian
ada yang menjadi alat penyiksa. Tentu saja siksaan tersebut karena yang
bersangkutan tidak menyesuaikan diri dengan nilai – nilai yang diamanatkan oleh
Allah Swt.
Pakaian dan Fitrah
Dari ayat yang menguraikan peristiwa terbukanya aurat adam.
Dan ayat – ayat sesudahnya, para ulama menyimpulkan bahwa pada hakikatnya
menutup aurat adalah fitrah manusia yang di aktualkan pada saat ia memiliki
kesadaran.
Langganan:
Komentar (Atom)


